Jual Rokok Raos Ngenten Mawon

| 0 komentar


Toko Pahlan
Raos Ngenten Mawon
Sama dengan seri RPE  dengan dosis pengobatan lebih rendah dan tidak frontal. Khasiat dan Raos Ngenten Mawon adalah : 
- Anti biotik alami
- Menangkal radikal bebas dalam tubuh
- Cocok untuk para pekerja keras yang membutuhkan fisik prima.
Call Order : 081290881987

Jual Rokok Puron ST

| 0 komentar


Negeriku Indonesia
Rokok ini mengandung tembakau berkualitas tinggi yang harum dan gurih. di hasilkan oleh para petani bumi nusantara.
Dalam Rokok ini mengandung formula khusus untuk menjadikan rokok ini sebagai obat multifungsi dan dapat menimbulkan stamina secara natural tanpa efek samping. Tembakau jenis oriental ini kelebihannya ada di aroma, karena itu sering disebut sebagai tembakau aromatik. Aroma yang dihadirkan dari tembakau jenis ini yakni harum, gurih, dan manis.
Manfaat Raos Ngenten Puron (RNP) :

- Menjaga Kesehatan Tubuh dan   Stamina.
-Terapi Libido Sex
- Menambah nafsu Makan
Info pemesanan Call: 081290881987

Sungai Bengawan Solo

| 0 komentar


Negeriku Indonesia -  Sungai sepanjang hampir 600 km, dengan 2200 anak sungai, ini melewati hampir 20 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sungai Bengawan Solo bermata air di daerah Wonogiri menuju muaranya di Laut Jawa, dekat kota Gresik. Sungai ini telah mengukir sejarah peradaban sepanjang alirannya, bahkan sepanjang usianya. Sungai ini telah lama menjadi sarana transportasi dan perdagangan di pedalaman Jawa, mengingat dari seluruh pantai utara Jawa Tengah hingga Surabaya hanya sungai Solo yang layak untuk dilayari sebagai sarana pengangkutan barang-barang konsumsi dan niaga ke pedalaman.

Sejak abad XIII-XIV, ketika Kerajaan Majapahit masih berada pada puncak kekuasaannya di Jawa Timur, transportasi sungai di pedalaman ini telah berlangsung. Pada saat itu Gresik yang masih disebut sebagai pelabuhan Ujung Galuh, menjadi bandar laut terpenting di Jawa Timur bersama Tuban. Sejak masa itu, pelabuhan tersebut merupakan sebuah sarana pendaratan bagi kapal besar dengan jumlah pasukan yang cukup banyak. Lokasi Gresik ini sangat strategis karena terletak di muara sungai besar yang disebut sebagai Bengawan Semanggi atau dikenal sebagai Bengawan Solo.

Istilah bengawan Semanggi atau bengawan Solo menunjuk pada nama daerah Semanggi dan Solo tempat bandar terakhir dari aliran sungai ini berada. Istilah tempat yang digunakan sebagai nama sungai menunjukan bahwa lokasi tersebut merupakan sumber pertama dari aliran sungai, mengingat di sepanjang aliran sungai Solo hingga ke Gresik terdapat 44 bandar sungai. Pada aliran semakin ke timur bisa ditemukan nama bengawan Madiun yang melewati kota Madiun. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bandar penting atau lokasi penting yang menjadi sumber aliran sungai itu diberikan sebutan bagi nama sungai. Tentang aliran dan jumlah bandar di sungai ini periksa Darsiti Soeratman, Kehidupan Dunia Keraton Surakarta 1830-1939 (Yogyakarta, Yayasan Untuk Indonesia, 2000), halaman 67.

(keterangan gambar : bandar-bandar yang berada di sepanjang S Bengawan Solo sejak jaman Majapahit, sumber : Darsiti Soeratman, 2000)

Sungai ini menjadi jalur utama bagi perdagangan dan pelayaran sungai yang menghubungkan antara daerah pedalaman Jawa dengan laut, atau juga bisa dikatakan sebagai jalur keluar dan masuknya pertukaran ekonomi dan peradaban antara pedalaman Jawa dan dunia luar.

Karena sumber air sungai tersebut terletak di daerah sekitar Solo, maka sejumlah bandar penting juga bisa ditemukan di lokasi itu. Ini bisa ditemukan di antaranya seperti desa Semanggi yang letaknya di sebelah tenggara desa Solo dan Wuluyu atau Wulayu yang menjadi bandar hidup selama abad XIV-XV. Sebelum itu Semanggi atau Wuluyu juga disinggung dalam prasasti Piagam Penambangan (Ferry Charter) yang dikeluarkan oleh istana Hayam Wuruk tahun 1358 sebagaimana ditelusuri oleh J Noorduyn. Semanggi merupakan Salah satu dari serangkaian bandar di sepanjang Bengawan Solo sejak dari muaranya di Gresik. Tempat itu merupakan penambangan bagi para pelintas, dan pajak diterapkan kepada para pedagang atau orang Kalang (tukang pedati) yang melakukan ekspedisi/pengiriman komoditas.

Di daerah sekitar Solo sendiri kemudian masih bisa disebutkan tentang adanya desa yang berperan aktif dalam perdagangan ketika Kesultanan Pajang memegang kekuasaan, yaitu Laweyan. Jarak antara bandar tersebut biasanya hanya berkisar 4 sampai 15 kilometer dan ditempuh dengan pelayaran sungai. Pasar Laweyan berkembang pesat karena di sana terkenal sebagai pusat perdagangan kain tenun untuk daerah pedalaman Solo. Berkaitan dengan kenyataan itu, semua aktivitas yang berkaitan dengan produksi tekstil tradisional mulai tumbuh dan terpusat di kampung-kampung khusus seperti Mutihan (sebagai lokasi penjualan kain putih), Kabangan (produksi kain merah) dan Klaseman (produk kain coklat). Kecuali itu beberapa produsen pengembang juga mulai berdatangan dan membentuk komunitas sendiri. Mereka kebanyakan berasal dari daerah Bayat, Kartasura, Kleco, Pajang dan Kedunggudel dengan memiliki keahlian masing-masing. Semua pengrajin tersebut kemudian membuka pemukiman tersendiri namun mempunyai ikatan khusus dengan Laweyan sebagai pusat kegiatan perdagangan kain tradisional.

Baik Semanggi maupun Solo merupakan desa yang menjadi bandar bagi perdagangan. Lokasi kedua tempat ini cukup strategis dan sangat penting bagi jaringan transportasi sungai, oleh karena itu di Semanggi selain aktivitas perdagangan dari kalangan para pedagang juga terdapat aktivitas penambangan yakni persewaan perahu untuk menyeberang. Perahu dan rakit ini bergerak sesuai dengan arah angin yang berhembus. Pada saat angin bertiup ke barat maka perahu-perahu dagang ini bertolak dari pelabuhan Gresik menuju ke pedalaman dengan menyinggahi berbagai bandar sampai akhirnya tiba di bandar terakhir yakni Semanggi dan Solo. Pada saat angin berhembus ke timur, perahu-perahu ini kembali berlayar menuju arah muara dengan tujuan akhir ke Gresik. Tentu saja pelayaran sungai ini juga disesuaikan dengan debet air sungai Solo yang tinggi, mengingat beberapa perahu dengan tonase cukup besar tidak akan mampu berlayar pada saat kedangkalan air cukup rendah. Dalam pelayaran sungai ini produk-produk juga dibawa sesuai dengan arah pelayarannya. Dari Gresik dan muara sungai kebanyakan perahu ini mengangkut komoditi impor seperti rempah, peralatan rumah tangga, tembikar, kain sutera dan garam. Ketika berlayar kembali perahu-perahu ini akan membawa produk pertanian seperti beras, kelapa, gula kelapa, bawang, produk hutan seperti rotan, damar, lilin, madu dan sebagainya dengan tujuan diekspor.

Selain pedagang Cina, kelompok pelaku bisnis terkenal pada masa itu di sepanjang Bengawan Solo ini adalah orang Jawa. Para pedagang Jawa pada abad XV-XVII dikenal sebagai produsen dan distributor produk pertanian seperti beras, kelapa, jagung dan buah-buahan. Mereka membawa barang dagangannya dari pedalaman untuk kemudian ditukar atau dijual di setiap bandar persinggahan sampai akhirnya menuju ke muara sungai sebagai tempat penimbunan.

Sungai Bengawan Solo jelas telah memainkan peranan penting dalam sektor perdagangan domestik yang bertumpu pada pelayaran sungai. Pola-pola pelayaran sungai yang menggunakan perahu dan rakit tersebut berkaitan erat dengan persediaan bahan baku bagi pembuatan sarananya. Di daerah sekitar Solo khususnya daerah Sragen, Sukoharjo hingga Ngawi dan Madiun banyak dijumpai persediaan kayu yang cocok untuk pembuatan perahu sungai.

Ketika Surabaya diambil alih oleh VOC dari Mataram pada akhir abad XVII, VOC membangun pelabuhan Surabaya dan memfungsikannya sebagai suatu pelabuhan niaga yang besar. Letak Surabaya yang terlindung oleh pulau Madura di selatnya membuatnya aman bagi kapal-kapal untuk berlabuh dari ancaman terpaan langsung. Akibatnya aliran sungai Solo tidak lagi menguntungkan bagi daerah Gresik melainkan lebih banyak bermanfaat bagi Surabaya dan pedalamannya. Ini juga terus berlangsung sampai abad XIX ketika pedalaman Surabaya selatan berubah menjadi daerah perkebunan tebu yang memanfaatkan air sungai Solo sebagai irigasinya. Namun penggunaan sungai Solo sebagai saluran perdagangan justru meningkat selama abad XVII-XIX mengingat sulitnya jalan darat yang melewati hutan dan kerawanannya dalam bidang transportasi.
 
Keterangan gambar : Coretan Desa Solo, sumber : RM Sajid, 1900

VOC sendiri tenyata pada akhirnya memang memiliki kepentingan ekonomi di Sungai Bengawan Solo. Di Solo sendiri, kemudian VOC membangun gudang-gudang untuk mengakomodasi hasil-hasil perkebunannya di daerah hinterland Solo seperti Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten dan Boyolali). Pergudangan VOC berada di daerah Beton, Kampung Sewu, Solo. Mereka juga membangun bandar di sana sebagai saingan bagi bandar Nusupan yang sudah ada sebelumnya. Setelah tahun 1744, VOC membangun benteng (dari kayu) Grootmoedigheid (sekarang bernama Vastenburg), didaerah sekitar pertemuan kali Pepe dan Sungai Bengawan Solo. Artinya daerah ini telah dijamin keamanannya bagi pengembangan kegiatan dagang VOC.

Keterangan : 2 foto di atas adalah kampung Beton di Kota Solo, saat ini masih bisa dijumpai artefak yang menunjukkan kekayaan bandar Beton di masa lampau, sumber dokumentasi pribadi

Selama abad XIX khususnya sejak tahun 1830 telah terjadi proses eksploitasi agraria secara intensif dan besar-besaran atas wilayah Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Kondisi pembangunan fisik kota Solo pada era eksploitasi agraris memang tampak pesat relevan dengan meningkatnya kegiatan administrasi dan jasa perdagangan yang maju pesat terutama dari kegiatan perkebunan dan pabrik gula. Kota Solo sebagai pusat kota dagang dan administrasi kota kolonial sangat jelas tercermin dari fasilitas-fasilitas yang dibangun dan tumbuh didalamnya. Juga fasilitas-fasilitas perkotaan modern untuk seni dan rekreasi, klub-klub, taman-taman, dan juga fasilitas transportasi yang mendukung mobilitas cepat bagi kegiatan ekonomi. Jaringan kereta api (lori) yang membentang kewilayah hinterland mengumpul menuju pabrik-pabrik pengolah tebu menjadi komoditas gula dunia, kemudian diteruskan ke stasiun-stasiun yang dibangun beserta pergudangannya dan diteruskan ke bandar-bandar besar untuk kepentingan eksport.

Sejalan dengan perkembangan kereta api untuk mendukung perkebunan, transportasi kereta api juga memainkan peranan penting dalam merubah wajah kehidupan perkotaan Solo pada akhir abad XIX. Ketika usaha perkebunan gula dan pabrik-pabriknya mengalami perluasan yang tak terkendali, tuntutan dan kebutuhan bagi pengangkutan produk gula menjadi semakin meningkat. Sarana transportasi yang ada yaitu dengan pengangkutan perahu di sungai Solo tidak lagi menutup kebutuhan itu mengingat pendangkalan yang telah terjadi di sungai itu sehingga tidak layak lagi digunakan untuk pelayaran perahu besar.

Di samping faktor bertambahnya pemukiman di sepanjang sungai Solo, kondisi ekologi yang berpengaruh pada aliran sungai ini juga terjadi selama Tanam Paksa sebagai akibat dari penguasaan hutan-hutan di Madiun dan Ngawi oleh pemerintah kolonial yang diikuti dengan penebangan secara besar-besaran. Ini mengakibatkan terjadinya kerusakan pada ekosistem alam di sepanjang aliran sungai tersebut sehingga mengakibatkan tanah longsor. Kelongsoran tanah ini telah menimbuni pinggiran aliran sungai sehingga menambah volume lumpur pada aliran sungai tersebut. Akibatnya penyempitan aliran dan pendangkalan arus terjadi yang sangat mempengaruhi penggunaan aliran sungai ini oleh perahu-perahu yang biasa memakainya.

Keterangan gambar : 2 foto di atas adalah aktivitas tambangan, yaitu menyeberangkan orang atau barang menggunakan perahu sederhana, bisa dibayangkan dahulu ketika Bengawan Solo dilewati kapal dengan tonase besar.

Yang memprihatinkan adalah bahwa proses kerusakan ekologi di Sungai Bengawan Solo masih terus berlangsung hingga saat ini, terutama pendagkalan sungai. Permukiman ilegal di bantaran sungai di kota Solo yang mulai sporadis sejak era reformasi turut memberikan kontribusi bagi kerusakan ekologi tersebut. Pemkot Solo saat ini masih dan sedang terus merelokasi permukiman-permukiman tersebut sehingga dampak dan bencana ekologis Sungai Bengawan Solo dapat dikurangi. Bengawan Solo saat ini tak ubahnya seperti jalur pembuangan sampah gratis (kalau tidak ingin dikatakan sebagai septictank). Pemikiran dan perilaku masyarakat masih banyak yang abai terhadap persoalan ekologi sungai. Mestinya kota-kota di sepanjang alirannya perlu memikirkan bentuk edukasi bagi masyarakatnya agar mereka tidak”ngungkuri” (tidak membelakangi, dalam arti yang luas tentunya) sungai lagi.

Sejarah Lampung

| 0 komentar


Negeriku Indonesia - Sejarah Lampung memang masih penuh misteri karena keterbatasan data dan sumber sejarah yang akurat serta minimnya penggalian sejarah yang dilakukan para ahli sejarah. Ahli sejarah yang minat dan concern dengan Lampung kebanyakan dari luar, karena studi atau jurusan sejarah murni atau arkeologi di Lampung tidak ada, yang ada hanya FKIP sejarah yang outputnya menjadi guru.

        Sejarah kuno daerah Lampung terbatas dalam sumber tradisional setempat dan sumber luar berupa babad. Dalam sumber tradisional diceritakan bahwa Lampung pada sekitar 200 tahun sebelum masehi sampai abad ke-4 masehi telah terdapat sebuah kerajaan bernama kerajaan Tumi. Rakyat kerajaan Tumi memeluk agama Budha. Selain kerajaan Tumi, di daerah ini berdiri pula kerajaan Tulangbawang, sebuah kerajaan besar yang daerah kekuasaannya meliputi daera Lampung dan Sumatera Selatan.

       Pada abad selanjutnya, kerajaan yang ada di Lampung mengalami kehancuran karena diserang oleh kerajaan Chandra Gupta dari India. Rakyat dan para bangsawan kerajaan banyak yang melarikan diri dengan berlayar melalui sungai Komering dan mendirikan kerajaan baru di Siguntang Mahameru, yaitu Kerajaan Sriwijaya (Raja yang Jaya).  Inilah cikal bakal dari kerajaan Sriwijaya yang mendunia, dimana letak kerajaan tersebut tercatat di Sumatera Selatan, namun mereka adalah orang Lampung yang melarikan diri.

         Sementara itu, rakyat yang tetap di Lampung dan rakyat yang mengungsi ke Selatan kemudian bersatu mendirikan kerajaan baru. Pada saat itu dikenal adanya 3 orang raja yang taat memeluk agama Budha, yakni Prabu Kekuk Suik yang berkuasa di Lampung bagian Barat, Prabu Sida Sakti yang berkuasa di Lampung bagian Tengah dengan pusatnya di Gunung Rajabasa.

      Berita mengenai keberadaan daerah Lampung telah disebutkan dalam babad pakuan atau babad pajajaran, yaitu yang terdapat pada syair ke-1978, 1620-1621 dan 1704. Dalam syair tersebut, diceritakan mengenai pemimpin Nusa Lampung Kidul yang gagah perkasa dan berbadan kebal senjata, yaitu Gajah Manglawu Maspanji Walungan Sari.

        Pada saat itu, daerah Lampung merupakan daerah pengaruh agama Budha yang kuat, terbukti dengan diketemukannya 4 buah prasasti yaitu Prasasti Hara Kuning, Prasasti Palas Pasemah, Prasasti Batu Bedil dan prasasti Ulu Belu.

        Pada masa penyebaran agama Islam di Indonesia, daerah Lampung masuk dalam pengaruh agama Islam yang disebarkan oleh Syarif Hidayatullah. Masuknya agama islam ke Lampung tidak banyak membawa ketegangan dan permusuhan karena dilakukan dengan cara damai, yaitu melalui persahabatan dan hubungan darah. Syarif Hidayatullah, seorang penyebar agama islam di Cirebon mempunyai 2 orang saudara yang menjadi penguasa di Lampung yaitu Ratu Saksi atau Ratu Daerah Putih dan Ratu Simaringgai.

       Hubungan baik antara Lampung dengan Cirebon terus berlanjut pada saat penaklukan daerah Banten. Pada saat itu, Maulana Hasanuddin, putera Syarif Hidayatullah meminta bantuan Ratu Daerah Putih dalam mengislamkan daerah Banten bagian barat dan menaklukkan Raja Banten, Pucuk Umum. Setelah berhasil menaklukkan Banten, sebagian pasukan Lampung ada yang menetap di Lampung. Mereka diberi tanah di daerah Anyer Selatan (Anyer Kidul) yang sekarang dikenal sebagai sebuah enclave suku bangsa Lampung di Banten, yaitu Lampung Cikoneng atau desa Cikoneng.

       Peninggalan dari masa Islam di daerah Lampung relative cukup banyak diantaranya beberapa kitab Alquran tulisan tangan dan juz amma yang ditulis pada kulit kayu serta naskah kuno aksara arab dan berbahasa melayu kuno yang masih disimpan oleh beberapa kepala adat di Krui. Di Sukan Lampung Utara dan Bojong Lampung tengah diketemukan naskah Undang-undang pangeran Banten yang berisi tentang hijratun Nabi Muhammad SAW.

Lampung, Tempat Pertama Kali Belanda Mendarat?
 
Pada masa kejayaan kesultanan Banten, daerah Lampung menjadi kekuasaan Banten yang potensial sebagai penghasil lada dan rempah-rempah lainnya yang diincar Belanda. Pada tanggal 29 Agustus 1602 armada VOC mendarat di Tanjung Tirom (Lampung) tetapi mendapat perlawanan sengit dari rakyat Lampung, sehingga terjadi pertempuran di Brunai, Keteguhan dan Teluk Betung Lampung.

 Perlawanan rakyat Lampung melawan VOC Belanda terus berlanjut. Pada tahun 1825, pasukan Belanda dipimpin Lavevre menyerang Lampung untuk menangkap Raden Intan. Usaha ini mengalami kegagalan bahkan Levevre sendiri terbunuh. Perlawanan ini berlangsung dalam tiga periode, yaitu Raden Intan, Raden Imba Kesuma, dan Raden Intan II. Raden Imba Kesuma akhirnya harus menyingkir ke Linggai tapi tertangkap dan diasingkan ke Pulau Timor. Raden Intan II yang menggantikan Raden Imba Kesuma melanjutkan perlawanan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal karena penghianatan.

Pada waktu yang sama, di bagian Barat Lampung terjadi pula perlawanan terhadap Belanda yang dipimpin oleh Batin Mangunan dari Teluk Semangka Kotaagung (1825-1826). Perlawanan terjadi pula di Lampung Utara yang dipimpin pangeran Indera Kesuma yang akhirnya menyingkir ke Bengkulu yang dikuasai Inggris.

Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Lampung tidak membuahkan hasil. Akan tetapi, sedikit banyak keberadan Belanda di Lampung tidak pernah bisa tenang karena rakyat Lampung terus melakukan perlawanan secara sporadis. Oleh karena itu, kedudukan residen Belanda berpindah-pindah antara lain di Menggala, Gunung Sugih, dan akhirnya di Teluk Betung.

Pemerintah Belanda di Teluk Betung dipimpin oleh Residen J. Walland, seorang Asisten Residen Bengkulu. J. Walland dipilih sebagai Residen Lampung karena telah berhasil mempelajari hukum adat Sumatera Selatan dan melakukan kodifikasi hukum adat Bengkulu, yaitu Simboer Tjataya Bengkulu.

Pemerintah Belanda di Lampung berakhir dengan datangnya tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942. Akhirnya pada 24 Agustus 1945 tentara pendudukan Jepang harus menyerahkan kekuasaan pada Pemerintah RI yang baru merdeka dengan ditandai upacara penurunan bendera Jepang diganti oleh Sang Merah Putih di Kotaagung.

Demikian sekelumit hasil bacaan saya mengenai sejarah Lampung dari penelitian tentang kebudayaan masyarakat Lampung yang diteliti oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Proyek pemanfaatan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2003 yang ternyata buku ini memang tidak diperjualbelikan dan terbatas pada kalangan tertentu. Semoga bermanfaat.

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Anak Sejak Dini

| 1 komentar


Negeriku Indonesia - Angka pengangguran di negara Indonesia masih cukup tinggi. Dalam situs Kompas.com dituliskan bahwa tingkat pengangguran Indonesia mencapai 9 % dan tingkat kemiskinan mencapai angka 13 %. Sebuah angka yang cukup memprihatinkan, karena bangsa ini telah memproklamirkan kemerdekaannya sejak 65 tahun.

Jika masyarakat luas lebih memahami tentang manfaat wirausaha dan mereka menerapkannya, lambat laun pasti pertumbuhan ekonomi bangsa ini semakin meningkat. Akan tetapi ada mindsite yang perlu diluruskan kembali kepada generasi penerus bangsa ini karena menghambat laju penciptaan lapangan pekerjaan. Sudah bertahun-tahun mindsite yang terbangun di sekitar kita adalah sekolah untuk mencari pekerjaan bukan sekolah untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Konsep yang ditanamkan ini akan membentuk cita-cita dan keinginan anak kelak nanti, jika anak besar nanti yang akan terbentuk adalah mencari lapangan pekerjaan bukan menciptakannya.

Perlu dicermati, bahwa mindsite sekolah adalah untuk mencari pekerjaan, salah satu berdampak pada urbanisasi yang cukup pesat, yaitu berbondong-bondong orang datang ke kota-kota besar mencari lapangan pekerjaan karena peluang kerja di kota lebih banyak daripada di desa. Sebagian dari mereka justru mencoba mendapatkan pekerjaan dengan merantau sampai ke negeri tetangga.

Hal ini memperlihatkan juga bahwa keberanian mereka untuk berwirausaha secara mandiri belum ada. Memang untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi menciptakan lapangan pekerjaan itu penuh resiko, penuh tantangan, sehingga masyarakat cenderung mencari lapangan pekerjaan yang tidak perlu memikirkan resiko yang ada. Bagi karyawan atau pegawai, mereka tinggal masuk bekerja dan menunggu awal bulan untuk menerima gaji.

Jusuf Kallla saat membuka acara Silahturohmi Saudagar Minang di Padang, Sumatera Barat mengatakan, “Jika dilakukan survei kepada 100 anak di Indonesia, tentang cita-cita mereka kelak dewasa, justru lebih banyak menjawab ingin menjadi dokter, guru, tentara atau pilot dan tidak ingin menjadi saudagar atau pengusaha” (Kompas 16 -9-2010).

Pernyataan Kalla ini meneguhkan bahwa jiwa dan semangat entrepreneur perlu dibangun dan ditanamkan pada setiap anak-anak bangsa Indonesia, Kedepan harapannya mereka akan tumbuh menjadi pribadi mandiri yang kreatif dan siap tempur untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Jika penciptaan lapangan pekerjaan tumbuh subur, maka dapat menampung jumlah angka pencari pekerjaan. Ketika angka pengangguran ini menurun akan berdampak pada kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri.

Lantas bagaimana cara untuk menumbuhkan semangat dan jiwa entrepreneur pada anak sejak dini ?

Peran orangtualah yang mesti lebih intens dan peka pada pertumbuhan anak. Usia 2 – 5 tahun adalah usia-usia dimana rasa keingintahuan mereka sangat tinggi. Pada masa ini, orangtua bisa mengenalkan dunia kewirausahaan secara bertahap pada mereka. Konsep jual beli dapat dikenalkan pada anak sejak usia 2 tahun. Hal ini bisa dilakukan dengan cara permainan jual beli. Anak bisa berperan sebagai penjualnya lalu orangtua bisa berperan sebagai pembeli, atau bisa sebaliknya.

Pertama, pertegas kalimat-kalimat yang digunakan ketika proses permainan jual beli itu berlangsung, misalnya, “Saya mau beli gula, harganya berapa ya?, “Ini uangnya”, “Kembaliannya belum lho”, Saya bisa tidak ya menawar harganya ?”. Awalnya anak tentu tidak mengerti, tetapi jika hal ini dilakukan berulang-ulang, anak menjadi paham aturan mainnya. 

Kedua, jika anak sudah beranjak lebih besar, sekitar umur 3 – 4 tahun, perkenalkan anak dengan proses jual beli yang nyata. Anak bisa diajak ke pasar tradisional atau ke supermarket untuk ikut terlibat dalam transaksi jual beli. Beri anak penjelasan tentang pengetahuan tentang konsep perdagangan secara sederhana dan dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh anak. 

Ketiga, saat anak bertambah usianya, misalnya ketika memasuki usia sekolah dasar, libatkan anak dengan usaha kecil-kecilan. Misalnya anak diikutsertakan untuk membantu berjualan layang-layang saat musim layang-layang. Ketika sedang musim buah, ajak anak untuk berdagang buah-buahan, atau usaha dagang lainnya yang bermacam-macam. 

Keempat, bertambahnya usia anak, coba latih pikiran kreatif dan ketertarikan mereka tentang usaha-usaha yang sekiranya bisa dikembangkan. Dorong anak anda memulai usahanya dari yang kecil terlebih dahulu, dan jadikan dia pelaku utamanya, sementara orangtua sebagai pembimbing dan pemberi dukungan. 

Kelima, jika anak sudah berani mencoba untuk memulai usahanya, terus dorong semangat entrepreneur anak dan rangsang ide-ide kreatifnya. Bisa jadi usaha pertamanya gagal, tetapi karena dorongan dari orangtua yang begitu tinggi, anak akan bangun lagi dan mencoba usaha di bidang lainnya. Justru pengalaman kegagalan ini diperlukan agar anak mempunyai mental yang kuat. Selalu beri dia motivasi agar mau bangkit kembali saat gagal, agar kelak tak gamang dalam berwirausaha. Semoga.

Satelit AS Disusupi Hacker

| 2 komentar


Negeriku Indonesia - Sasaran penyusupan para peretas kini makin beragam. Seakan tak puas dengan menembus sistem komputer personal atau perusahaan, peretas bahkan membobol pertahanan sistem komputer satelit. Tak tanggung-tanggung, peretas membobol dua satelit milik pemerintah Amerika Serikat sampai empat kali pada 2007 dan 2008.

Hal itu terungkap dalam rancangan final laporan tahunan milik Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-Cina. Laporan yang akan dirilis November ini menyebutkan bahwa penyusup diduga berasal dari militer Cina, dan dilakukan melalui stasiun darat di Svalbard Satellite Station di Spitsbergen, Norwegia.

Satelit yang disasar adalah satelit observasi Landsat-7 dan Terra AM-1 yang digunakan untuk keperluan observasi iklim bumi. Aktivitas peretas disebut-sebut berpotensi membahayakan operasional satelit.

"Aksi penyusupan seperti ini dapat menyebabkan berbagai kemungkinan ancaman, apalagi jika sasarannya adalah satelit dengan fungsi yang lebih sensitif," sebut pernyataan dalam rancangan laporan. "Akses ke pengendali satelit memungkinkan peretas untuk merusak atau menghancurkan satelit. Penyerang juga bisa menolak atau mengabaikkan dan juga memalsukan atau bisa juga memanipulasi transmisi satelit."

Laporan menyubutkan, Landsat-7 pernah disusupi selama 12 menit atau lebih pada Oktober 2007 dan Juli 2008. Satelit observasi Terra AM-1 juga pernah disusup sebanyak dua kali, selama dua menit pada Juni 2008 dan sembilan menit pada Oktober tahun yang sama.

Kedua satelit tersebut disebutkan "secara rutin mengandalkan internet untuk keperluan akses data dan transfer file," demikian pernyataan dalam rancangan laporan yang mengutip laporan badan antariksa AS, NASA. Militer dan agen-agen inteligen AS menggunakan satelit untuk keperluan komunikasi, mengumpulkan data inteligen dan melakukan pengintaian.Selengkapnya......

Sejarah Sepeda Fixie

| 0 komentar



Negeriku Indonesia - Perhatian! Perhatian! Ada yang pada tahu gak asal muasal Sepeda Fixie?

Kata fixie diambil dari kata fixed gear yang artinya "roda belakang yang dibikin mati". Jadi kalo mau nge-rem, tinggal tahan putaran pedal ke arah belakang (gak perlu pake rem depan).

Jadi buat yang pada doyan "gowes" dan pengen punya sepeda Fixie harus ikutan promo seru SilverQueen Bike to Santai. Melalui promo ini SilverQueen mau bagi-bagi 200 Sepeda Fixie buat para penggemar setianya. Ada juga hadiah mingguan berupa uang tunai yang pasti bikin acara "gowes" kamu tambah seru.

Orange Caramel Tak Pernah Terpikir Untuk Melakukan Bunuh Diri

| 0 komentar



Negeriku Indonesia - Fenomena bunuh diri banyak menimpa kalangan selebriti Korea. Bagaimana tidak, tekanan yang berat saat menjalani hidup di dunia hiburan menjadi pemicu utama di balik kasus bunuh diri selebriti. Bagaimana dengan Orange Caramel?

Bergabung di sebuah girlband dan menikmati panggung hiburan di usia muda tentu sangat berat bagi Orange Caramel. Raina (22 tahun), Nana (20 tahun), dan Lizzy (19 tahun) merasakan benar bagaimana stres dan beratnya menjadi selebriti. Namun seberat apapun itu, mereka mengaku belum pernah terpikir untuk bunuh diri.

"Ada saat-saat di mana aku merasa sangat lelah menjadi seorang penyanyi. Aku sangat kesal pada kecoa yang selalu muncul di apartemen kami, kesal pada pekerjaan, dan sebagainya. Tetapi karena aku punya mimpi yang sangat ingin aku jalani, aku tak pernah terpikir untuk bunuh diri," papar Raina pada Hankyung News.

"Aku juga tak pernah terpikir ingin bunuh diri. Banyak hal yang aku ingin lakukan, juga mimpi-mimpi. Aku masih muda, aku selalu melihat masa depan. Aku mengumpulkan kekuatan sendiri sejak awal aku memberitahu keinginan untuk jadi penyanyi pada orangtuaku," sambung Nana.


Mereka pun mengaku sangat menyesali berbagai peristiwa bunuh diri dari para selebriti. Lizzy menyatakan kebingungannya mengapa seseorang sampai pada keputusan untuk mengakhiri hidup.

"Aku berpikir banyak sekali mengapa mereka mengambil keputusan semacam itu. Itu adalah keputusan yang sangat mudah disesali. Akan sangat baik jika kami tak mendengar berita yang sama lagi," jelas Lizzy.


Raina kemudian menyarankan untuk berpikir ulang jika keinginan tersebut muncul. Satu hal yang selalu diingatnya, orangtua. "Coba dipikirkan ulang dan pikirkan juga orangtua serta orang di sekitarmu. Ketika aku berpikir "jika aku mati, orangtuaku pasti sedih" pemikiran ingin mati itu pasti menghilang," ujarnya.

"Memang ada saatnya lelah menjalani hidup, tetapi aku selalu percaya, hari yang baik pada akhirnya akan datang juga," sambungnya.Selengkapnya......

Cina Gabungkan Dua Wahana Antariksa

| 0 komentar


Negeriku Indonesia - Kapsul Tiangong 1 diluncurkan pada 29 September dan kemudian disusul dengan Senzhou 8.

Cina berhasil menggabungkan dua wahana antariksa di orbit untuk pertama kalinya menyusul peluncuran wahana Shenzhou 8.

Wahana Senzhou 8 digabungkan dengan Tiangong 1 yang terlebih dulu diluncurkan sekitar satu bulan lalu.

Margin kesalahan dalam proses penggabungan dikatakan kecil, hanya 20 sentimeter.

Namun para ilmuwan Cina menegaskan penggabungan berjalan lancar, lapor wartawan BBC di Beijing Michael Bristow.

Dua wahana antariksa ini akan tetap berada dalam posisi tergandeng selama 12 hari dan kemudian akan dipisahkan sebelum kemudian digabungkan lagi untuk kedua kalinya.

Cina perlu melakukan langkah-langkah tersebut secara sempurna sebagai bagian dari upaya membangun stasiun ruang angkasa sebelum akhir dekade.

Terobosan

"Kami yakin terobosan yang kami capai dan kemampuan teknologi penyatuan dua wahana antariksa merupakan pencapaian yang bersejarah dan berarti bagi bangsa kami dan menjadi lompatan besar di bidang teknologi, " kata Wu Ping, juru bicara program angkasa Cina dalam konferensi pers.

Sopir Busway S1 Akan Diberi Gaji Rp 5 Juta

| 0 komentar

 

Negeriku Indonesia - Upaya perbaikan pelayanan bagi pengguna TransJakarta makin diseriusi oleh Badan Layanan Umum (BLU) sebagai operator transportasi cepat dan massal itu. Salah satunya adalah perbaikan kesejahteraan pramudi (sopir). Tak ayal syarat yang dipatok BLU bagi calon pramudi ke dapan adalah bertitel sarjana dengan iming-iming-iming gaji Rp 5 juta.

"Salah satu syaratnya itu (S1). Kalau S1 diberi gaji Rp 2 juta tidak akan mungkin tertarik," kata Kepala BLU TransJ, M Akbar, dalam jumpa pers di Gedung Trans Jakarta-Busway (x-gedung Sudin PU Jaktim), Jl Jatinegara Barat, Kamis (3/11).

Upah tinggi dan jenjang pendidikan yang juga tinggi dalam persyaratan menjadi pramudi TransJ, kata Akbar, adalah bentuk perbaikan pelayanan sekaligus kesejahteraan para pramudi.

"Kalau dia digaji Rp 5 juta, lalu keluar dan tidak profesional kerjanya tentu dia akan berpikir dua kali," ujar Akbar. Selengkapnya.......
 
© NEGERIKU INDONESIA
Template Design by Ph3d0r-4ja.