Tripoli: Kurang dari satu bulan tentara koalisi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO melancarkan operasi di Libia. Namun, kekurangan amunisi menjadi masalah utama dalam melancarkan aksi militer.
Seperti dilaporkan The Washington Post, Jumat (15/4), tentara NATO kekurangan pasokan amunisi. Akibatnya, Inggris, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya hanya bisa melancarkan aksi militer dalam skala kecil atau mempertahankan diri selama berada di Libia.
Kekurangan amunisi Eropa, bersama dengan terbatasnya jumlah pesawat yang tersedia, telah menimbulkan keraguan di antara beberapa pejabat NATO tentang serangan udara yang dilakukan mereka. Padahal, Amerika Serikat memiliki cadangan persenjataan. Tapi, amunisi yang dimiliki AS tersebut tidak sesuai untuk pesawat buatan Inggris dan Prancis. Tidak ada jalan lain, jika terus terdesak NATO akan menggunakan senjata laser yang justru akan membahayakan rakyat sipil.
Sementara itu, tersiar kabar tentara setia Muammar Khadafi memiliki pasokan amunisi dan persenjataan cukup banyak yang bisa digunakan untuk menjatuhkan tentara NATO. Bahkan, tentara Khadafi telah siap untuk pertarungan selama beberapa bulan ke depan.
Hal ini membuat para komandan senior NATO dan pejabat AS menjadi khawatir. Mereka pun meminta bantuan kepada Uni Emirat Arab, Qatar dan Yordania untuk melancarkan aksi ke Libia. Karena selama ini negara-negara tersebut hanya berkontribusi untuk menegakkan zona larangan terbang di Libia, mencegah Khadafi menggunakan kekuatan udara.
sumber: liputan6.com
Seperti dilaporkan The Washington Post, Jumat (15/4), tentara NATO kekurangan pasokan amunisi. Akibatnya, Inggris, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya hanya bisa melancarkan aksi militer dalam skala kecil atau mempertahankan diri selama berada di Libia.
Kekurangan amunisi Eropa, bersama dengan terbatasnya jumlah pesawat yang tersedia, telah menimbulkan keraguan di antara beberapa pejabat NATO tentang serangan udara yang dilakukan mereka. Padahal, Amerika Serikat memiliki cadangan persenjataan. Tapi, amunisi yang dimiliki AS tersebut tidak sesuai untuk pesawat buatan Inggris dan Prancis. Tidak ada jalan lain, jika terus terdesak NATO akan menggunakan senjata laser yang justru akan membahayakan rakyat sipil.
Sementara itu, tersiar kabar tentara setia Muammar Khadafi memiliki pasokan amunisi dan persenjataan cukup banyak yang bisa digunakan untuk menjatuhkan tentara NATO. Bahkan, tentara Khadafi telah siap untuk pertarungan selama beberapa bulan ke depan.
Hal ini membuat para komandan senior NATO dan pejabat AS menjadi khawatir. Mereka pun meminta bantuan kepada Uni Emirat Arab, Qatar dan Yordania untuk melancarkan aksi ke Libia. Karena selama ini negara-negara tersebut hanya berkontribusi untuk menegakkan zona larangan terbang di Libia, mencegah Khadafi menggunakan kekuatan udara.
sumber: liputan6.com


0 komentar:
Posting Komentar