Modal usaha bukan cuma tekad dan niat tapi juga perlu duit. Percuma saja punya semangat besar tapi minim modal, Anda bisa mengajukan pinjaman ke bank. Berikut tips mengajukan pinjaman ke Bank.
Ada anggapan kalau kaya jadilah pengusaha. Tapi jangan langsung beranggapan bahwa menjadi pengusaha itu segampang membolak-balik halaman koran. Pada awal-awal mendirikan usaha, akan ada banyak kerikil pangganggu. Selain bingung menentukan kecocokan ide usaha, kendala yang kerap mengganjal para pebisnis pemula adalah modal. Banyak calon pengusaha yang akhirnya urung memulai berbisnis lantaran bermodal cekak, selain pemula kendala permodalan juga banyak dikeluhkan para pengusaha yang berniat ekspansi usaha.
Sebetulnya, banyak alternatif pendanaan yang bisa dimanfaatkan para pengusaha. Diantara sekian banyak pilihan, menggali sumber modal dari perbankan paling populer dibandingkan dengan pilihan sumber pendanaan lainnya. Saat ini, bank menyediakan plafon kredit bagi UMKM maksimal Rp. 500 juta. Contohnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit yang dijamin pemerintah ini khusus diperuntukan bagi Anda yang belum pernah mendapat pembiayaan dari bank.
Sementara bagi Anda yang berusaha dibidang pertanian dan peternakan ada dua tawaran fasilitas kredit, yakni kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE), dan kredit pengembangan energi nabati revitalisasi perkebunan (KPEN-RP). Plafon maksimal kredit ini juga Rp. 500 juta per debitur, bahkan ada yang lebih tinggi.
Hambatannya, mengail kredit bank terkadang sulit sekali. Syarat kredit teramat berat, prosedur pengajuan kredit berliku-liku, adalah contoh ringan yang kerap membuat keder duluan calon pencari kredit. Walhasil, banyak yang akhirnya ciut nyali dan mundur teratur. Hal seperti itu sebenarnya tak perlu terjadi kalau saja Anda sudah bertindak benar sejak awal proses pengajuan pinjaman. Nyatanya, seringkali para pencari kredit melewatkan beberapa ketentuan pinjaman, sehingga mereka menghadapi penolakan ditahap awal.
Sebagai Contoh, calon debitur lalai melengkapi syarat pengajuan kredit. Masalah ini mungkin terlihat sepele, tapi dapat membatalkan permohonan kredit si calon debitur.
LENGKAPI SYARAT ADMINISTRASI
Nah, agar Anda terhindar dari kesulitan dalam pengajuan kredit ke perbankan ditahap awal, ada sejumlah kiat dan tips sederhana. Siapa tahu usaha Anda menjaring modal dari perbankan bisa lancar.
Pertama, pelajari dengan seksama syarat-syarat administrasi yang ditetapkan bank. Syarat-syarat administrasi itu biasanya meliputi kelengkapan data identitas diri, seperti foto kopi kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu keluarga (KK), Surat Nikah atau Paspor. Jangan lupa pula menyiapkan pas foto Anda dan pasang ukuran 4x6. Anda juga harus menyiapkan berbagai perizinan dan legalitas usaha Anda. Misalnya, Anda harus menyerahkan foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akte Pendirian Perusahaan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDF). Ada baiknya Anda juga melampirkan foto kopi buku tabungan dan riwayat rekening tabungan tiga bulan terakhir. Semua persyaratan administrasi itu sebaiknya dipersiapkan sebelum mengajukan kredit ke bank. "Senua ini penting bagi kami untuk mengecek legalitas calon debitur perusahaan," kata Rafjon Yahya, Group Head Small Business Bank Mandiri.
Kedua, siapkan laporan keuangan atau laporan laba dan rugi usaha, serta neraca keuangan usaha Anda. Lewat neraca keuangan usaha si calon nasabah, bank bisa menganalisa kemampuan pembayaran angsuran si calon debitur. Berbagai dokumen keuangan itu juga merupakan acuan bagi bank untuk menghitung ketepatan plafon pinjaman, dan melihat prospek bisnis si calon nasabah." Dari situ kami juga bisa menilai apakah calon debitur memiliki karakter yang layak dibiayai, seperti kedisiplinan, konsisten, dan kejujuran," ujar Rafjon.
Ketiga, bukti-bukti transaksi usaha selain laporan neraca usaha, Anda juga perlu melampirkan bukti transaksi usaha. Makanya, Anda perlu menyimpan semua bukti penjualan atau pembelian harian selama periode tertentu yang di minta bank. Dari situ, nanti bank akan mengkonfirmasi pihak ketiga yang sering berhubungan dengan Anda, semisal para pemasok barang atau supplier. Jadi akan ketahuan kalau Anda sering ngemplang tagihan atau tidak. "Nanti terlihat bagaimana dia memenuhi kewajiban pada supplier. Kalau sering menunggak akan menjadi pertimbangan kredit kami," kata Wakil Direktur Utama Bank Jasa Jakarta (BJJ) Lisawati.
Keempat, sediakan barang jaminan atau agunan, jaminan ini bisa berupa barang tak bergerak, seperti tanah dan rumah, atau tempat usaha dari si debitur itu sendiri. Anda jangan melihat jaminan ini hanya sebatas kewajiban yang mesti dipenuhi, tapi juga sebagai tanda keseriusan Anda menjadi debitur. "Ini perlu sebagai tanggung jawab moral, bukan bank tidak percaya," jelas Rafjon.
Kelima, pelajari seksama berbagai tawaran pinjaman kredit dari bank dan pilih yang paling ringan bunganya. Dan jangan ragu-ragu meminta keringanan bunga kepada bank.
Selamat berburu modal usaha dari perbankang.
Ada anggapan kalau kaya jadilah pengusaha. Tapi jangan langsung beranggapan bahwa menjadi pengusaha itu segampang membolak-balik halaman koran. Pada awal-awal mendirikan usaha, akan ada banyak kerikil pangganggu. Selain bingung menentukan kecocokan ide usaha, kendala yang kerap mengganjal para pebisnis pemula adalah modal. Banyak calon pengusaha yang akhirnya urung memulai berbisnis lantaran bermodal cekak, selain pemula kendala permodalan juga banyak dikeluhkan para pengusaha yang berniat ekspansi usaha.
Sebetulnya, banyak alternatif pendanaan yang bisa dimanfaatkan para pengusaha. Diantara sekian banyak pilihan, menggali sumber modal dari perbankan paling populer dibandingkan dengan pilihan sumber pendanaan lainnya. Saat ini, bank menyediakan plafon kredit bagi UMKM maksimal Rp. 500 juta. Contohnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit yang dijamin pemerintah ini khusus diperuntukan bagi Anda yang belum pernah mendapat pembiayaan dari bank.
Sementara bagi Anda yang berusaha dibidang pertanian dan peternakan ada dua tawaran fasilitas kredit, yakni kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE), dan kredit pengembangan energi nabati revitalisasi perkebunan (KPEN-RP). Plafon maksimal kredit ini juga Rp. 500 juta per debitur, bahkan ada yang lebih tinggi.
Hambatannya, mengail kredit bank terkadang sulit sekali. Syarat kredit teramat berat, prosedur pengajuan kredit berliku-liku, adalah contoh ringan yang kerap membuat keder duluan calon pencari kredit. Walhasil, banyak yang akhirnya ciut nyali dan mundur teratur. Hal seperti itu sebenarnya tak perlu terjadi kalau saja Anda sudah bertindak benar sejak awal proses pengajuan pinjaman. Nyatanya, seringkali para pencari kredit melewatkan beberapa ketentuan pinjaman, sehingga mereka menghadapi penolakan ditahap awal.
Sebagai Contoh, calon debitur lalai melengkapi syarat pengajuan kredit. Masalah ini mungkin terlihat sepele, tapi dapat membatalkan permohonan kredit si calon debitur.
LENGKAPI SYARAT ADMINISTRASI
Nah, agar Anda terhindar dari kesulitan dalam pengajuan kredit ke perbankan ditahap awal, ada sejumlah kiat dan tips sederhana. Siapa tahu usaha Anda menjaring modal dari perbankan bisa lancar.
Pertama, pelajari dengan seksama syarat-syarat administrasi yang ditetapkan bank. Syarat-syarat administrasi itu biasanya meliputi kelengkapan data identitas diri, seperti foto kopi kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), kartu keluarga (KK), Surat Nikah atau Paspor. Jangan lupa pula menyiapkan pas foto Anda dan pasang ukuran 4x6. Anda juga harus menyiapkan berbagai perizinan dan legalitas usaha Anda. Misalnya, Anda harus menyerahkan foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akte Pendirian Perusahaan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDF). Ada baiknya Anda juga melampirkan foto kopi buku tabungan dan riwayat rekening tabungan tiga bulan terakhir. Semua persyaratan administrasi itu sebaiknya dipersiapkan sebelum mengajukan kredit ke bank. "Senua ini penting bagi kami untuk mengecek legalitas calon debitur perusahaan," kata Rafjon Yahya, Group Head Small Business Bank Mandiri.
Kedua, siapkan laporan keuangan atau laporan laba dan rugi usaha, serta neraca keuangan usaha Anda. Lewat neraca keuangan usaha si calon nasabah, bank bisa menganalisa kemampuan pembayaran angsuran si calon debitur. Berbagai dokumen keuangan itu juga merupakan acuan bagi bank untuk menghitung ketepatan plafon pinjaman, dan melihat prospek bisnis si calon nasabah." Dari situ kami juga bisa menilai apakah calon debitur memiliki karakter yang layak dibiayai, seperti kedisiplinan, konsisten, dan kejujuran," ujar Rafjon.
Ketiga, bukti-bukti transaksi usaha selain laporan neraca usaha, Anda juga perlu melampirkan bukti transaksi usaha. Makanya, Anda perlu menyimpan semua bukti penjualan atau pembelian harian selama periode tertentu yang di minta bank. Dari situ, nanti bank akan mengkonfirmasi pihak ketiga yang sering berhubungan dengan Anda, semisal para pemasok barang atau supplier. Jadi akan ketahuan kalau Anda sering ngemplang tagihan atau tidak. "Nanti terlihat bagaimana dia memenuhi kewajiban pada supplier. Kalau sering menunggak akan menjadi pertimbangan kredit kami," kata Wakil Direktur Utama Bank Jasa Jakarta (BJJ) Lisawati.
Keempat, sediakan barang jaminan atau agunan, jaminan ini bisa berupa barang tak bergerak, seperti tanah dan rumah, atau tempat usaha dari si debitur itu sendiri. Anda jangan melihat jaminan ini hanya sebatas kewajiban yang mesti dipenuhi, tapi juga sebagai tanda keseriusan Anda menjadi debitur. "Ini perlu sebagai tanggung jawab moral, bukan bank tidak percaya," jelas Rafjon.
Kelima, pelajari seksama berbagai tawaran pinjaman kredit dari bank dan pilih yang paling ringan bunganya. Dan jangan ragu-ragu meminta keringanan bunga kepada bank.
Selamat berburu modal usaha dari perbankang.


0 komentar:
Posting Komentar